ALAMAT KARINA - KWI
Yayasan Karina
Jl Matraman No 31, Jakarta Timur 13150
Telp : 021 - 85906534
Fax : 021 - 85906763
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

bca logo

Bank BCA - Cabang : Puri Indah, Jakarta
Nomor Rekening : 288-308-0599
Atas Nama : YAYASAN KARINA

Lokakarya Fotografi: Bercerita Melalui Foto

 


Menemukan foto bercerita itu mudah, dapat kita temui setiap hari di media-media berita. Namun untuk membuatnya tidak mudah. Diperlukan latihan yang terus menerus untuk dapat menghasilkan foto yang dapat menceritakan sebuah kejadian yang layak untuk diabadikan. Sebuah foto yang bagus biasanya menyimpan banyak kisah, yang dengan mudah dapat dipahami oleh orang awam. Foto yang bagus tidak hanya menonjolkan sisi estetika, namun juga sisi berita yang ingin disampaikan oleh seorang fotografer kepada para pemirsanya.

Bagi KARINA yang bergerak pada bidang pelayanan sosial-kemanusiaan, foto juga menjadi dokumentasi penting untuk meliput kegiatan-kegiatan di lapangan, seperti misalnya kegiatan pendampingan komunitas, kegiatan monitoring, kegiatan pelatihan dan lain-lain. Dokumentasi foto tersebut biasanya digunakan untuk kepentingan pelaporan, pembuatan buku atau bahkan bisa juga digunakan sebagai bahan untuk melakukan kegiatan promosi dan advokasi. Untuk itu diperlukan foto-foto yang dapat menampilkan gambar dan mengirimkan pesan (berita) sesuai dengan kegiatan yang dilakukan. (Click for More)   

Pelatihan ER: Bisa Karena Terbiasa

Sebagai lembaga kemanusiaan yang banyak berkecimpung dalam situasi tanggap darurat, Yayasan KARINA merasa perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para stafnya. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan tanggap darurat tentang Standar SPHERE, Kajian Kebutuhan Cepat dan Penyelamatan di Air. Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 7-8 April dan diikuti oleh semua staf Yayasan KARINA. Selama dua hari Unit ER KARINA memfasilitasi proses pelatihan tersebut dan dibantu oleh Tim MUTRIPALA (Mudika Trinitas Pecinta Alam) Cengkareng sebagai pendamping ahli untuk pelatihan penyelamatan di air.

Pada pelatihan tahap pertama, para staf diajak untuk mendalami kembali tentang Piagam Kemanusiaan dan Standar-standar Minimum dalam Respons Kemanusian. Walaupun suasana santai, namun proses pelatihan dijalani dengan serius. Ada pre-test dan post-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman staf terhadap materi-materi yang diberikan. Selain mempelajari teorinya, staf juga melakukan simulasi di dalam ruangan untuk lebih mendalami setiap isu kunci yang ada pada standar minimum respon tanggap darurat tersbut. Pelatihan di dalam ruangan ini ditutup dengan sesi persiapan untuk pelatihan penyelamatan di air yang akan dilakukan keesokan harinya. (Click for more)

Caritas PSE Keuskupan Sibolga: Mengenali Peluang Dukungan dari Stakeholder Eksternal

Salah satu karakteristik komunitas yang resilien (tangguh) adalah mampu menemukenali kapasitas lokal dan akses ke sumber-sumber daya yang ada di luar komunitasnya. Dalam kegiatan pendampingan Caritas PSE Keuskupan Sibolga setelah tahap memfasilitasi pembentukkan kelompok swadaya masyarakat (KSM), anggota KSM dampingan didorong untuk mengembangkan rencana kerja tahunan partisipatif.  Melalui proses perencanaan aksi partisipatif, anggota KSM diharapkan memiliki pemahaman bersama tentang apa yang ingin dikerjakan oleh kelompok dalam rentang waktu setahun ke depan, mengapa mereka melakukannya,  dan  kejelasan siapa melakukan apa dalam hal ini apa peran dan tanggungjawab setiap anggota KSM dalam pelaksanaan rencana kerja. 

Saat perencanaan kerja, selain mengindentifikasi kapasitas lokal, anggota KSM difasilitasi untuk menemukenali kesenjangan kapasitas (capacity gap). Pada bagian ini, anggota KSM mengidentifikasi sumber daya apa yang tidak dimiliki dan kemudian mencoba menemukenali pemangku kepentingan (stakeholder) potensial untuk membantu mereka dalam proses realisasi rencana kerja KSM. Proses menemukenali tersebut tidak hanya berhenti pada saat rapat rencana aksi namun kemudian berlanjut dengan mengundang para stakeholder yang sudah diidentifikasi untuk datang pada rapat stakeholder. Dalam rapat stakeholder tersebut, KSM mempresentasikan rencana kerja KSM dan mendiskusikan peluang dukungan dari stakeholder eksternal dalam pelaksanaan rencana kerja KSM. (Click for more)

ERICA - Pelatihan Logistik


Program ERICA (Emergency Response Institutional Capacity-Building Accompaniment) telah memasuki tahap pelatihan logistik setelah sebelumnya mengadakan pelatihan SPHERE dan Needs Assesment pada tahun 2014 lalu. Pelatihan logistik ini diselenggarakan pada 10 – 14 Februari 2015 di Hotel New Ayuda Puncak, Cipayung, Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Peserta sejumlah 28 orang berasal dari 6 keuskupan peserta ERICA yaitu Caritas K. Sibolga, Pansos Bodronoyo Palembang, Caritas Tanjungkarang, Caritas Bandung, KARITAS Purwokerto, dan Caritas K. Sintang. Pelatihan logistik ini terdiri dari 18 sesi yang memfasilitasi peserta untuk semakin mengerti mengenai manajemen logistik dengan berbagai piranti kerja yang belum pernah digunakan di tingkat keuskupan sebelumnya. Metoda pelatihan yang dilaksanakan adalah dengan memberikan pengantar berupa teori yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik dan simulasi. (Click for more)

Suku Naulu - Berkebun: Menyelamatkan Pohon dan Tanah

Caritas Amboina memiliki sebuah kelompok dampingan yang merupakan masyarakat asli Suku Naulu di Simalouw, Desa Sepa, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah – Pulau Seram. Sebelum mendapatkan pendampingan dari Caritas Amboinan, kelompok masyarakat Suku Naulu di Simalouw ini, menggantungan seluruh kebutuhan hidupnya terhadap hasil hutan. Hasil hutan yang sering dimanfaatkan adalah kayu. Aktivitas utama mereka adalah menebang pohon, memotong dan  kemudian menjualnya kepada pengepul. Sementara berkebun menjadi kerja sampingan, sebab hasil kebun bukan menjadi pendapatan utama mereka. Namun demikian, uang hasil penebangan pohon harus menunggu mingguan bahkan bulanan. Maka tidak heran, ditengah kekosongan pendapatan, mereka tidak segan-segan meminjam uang (ijon) dengan mempertaruhkan uang hasil penebangan pohon dan bahkan menjual tanah beserta tanaman di atasnya demi mempertahankan hidup. Mereka belum paham tentang pentingnya pelestarian hutan. Bagi mereka, hutan adalah sumber penghidupan. (Click for more)

Dibalik Keindahan Renggarasi

Desa Renggarasi merupakan satu dari delapan desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perjalanan ke desa tersebut kami tempuh kurang lebih setengah hari dari Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang. Lepas dari Bandara Soekarno-Hatta selama 2 jam kami tiba di Bali untuk transit dan melanjutkan perlananan. Dengan menggunakan pesawat yang lebih kecil, kami terbang selama 2 jam untuk sampai ke Bandara Frans Seda, Maumere.

Dari sini, perjalanan akan ditempuh selama 1 hingga 2 jam dengan menggunakan mobil atau motor untuk sampai ke Renggarasi. Kesiapan kendaraan dan fisik yang prima sangat diperlukan untuk melalui jalan yang cukup berliku menuju ke desa ini. Setibanya di wilayah desa tersebut, jalanan semakin berliku, penuh tanjakan dan turunan. Kami harus ekstra hati-hati karena berjalan di sisi tebing dengan jurang yang cukup dalam pada sisi lainnya. Pada akhirnya, seluruh perjalanan itu terbayar dengan keindahan pemandangan desanya. Lanskap yang cantik lengkap dengan bukit, lembah, dan pepohonannya. Sementara di kejauhan nampak lautan luas yang sungguh dapat menjadi penghibur selama berada di sana. (Click for more)

Membangun Rumah (Lebih) Tahan Angin

Pada tanggal 24-26 November 2014, KPSE Caritas Keuskupan Maumere (KPSE-CKM) bekerjasama dengan KARINA mengadakan lokalatih tentang pembangunan rumah (lebih) tahan angin untuk wakil Caritas Keuskupan dan pemerintahan di wilayah regio Nusa Tenggara. Kegiatan ini difasilitasi oleh Program Partners for Resilience (PfR) Indonesia dan dilaksanakan selama tiga hari. Proses kegiatan yang dilakukan adalah 2 hari pertemuan di kelas dan 1 hari kunjungan studi lapangan di Desa Renggarasi, Kecamatan Tanawawo, Ka-bupaten Sikka.

Para peserta yang hadir adalah perwakilan dari Keuskupan Ende, Larantuka, Ruteng, Atambua, Kupang dan Maumere. Sementara peserta dari luar keuskupan adalah staff peme-rintahan Kabupaten Sikka, Ende, Kupang dan TTS. Lolakalatih ini juga dihadiri peserta dari wakil BPBD, PU, Dinas Sosial, CIS Timor, Bina Swadaya Konsultan dan seorang guru SMK 1 Maumere. Total peserta yang terlibat dalam lokalatih ini ada 17 orang. Narasumber kegiatan ini adalah konsultan dari Humanitarian Benchmark Consultancy (HBC) Yogyakarta. (Click for more) 

Selamat Natal & Tahun Baru 2015

121214 kartu natal b indonesia

Kami informasikan bahwa Libur Natal dan akhir tahun untuk staff Yayasan KARINA adalah mulai tanggal 24 Desember 2014 hingga 2 Januari 2015. Kantor Yayasan KARINA akan beroperasi kembali pada tanggal 5 Januari 2015. 
 
Tak lupa kami ucapkan selamat mempersiapkan perayaan Natal dan liburan bersama keluarga. Sampai jumpa tahun depan, Tuhan memberkati.
 
Salam Belarasa,
KARINA

Respon Bencana Tanah Longsor di Banjarnegara

Respon Jaringan Caritas Keuskupan

Berdasarkan Laporan Situasi[1] yang dibuat oleh tim Karitas Purwokerto (KARITO), hingga saat ini jumlah orang yang mengungsi adalah 1.145 jiwa yang tersebar di 10 titik posko pengungsian. Untuk bencana tanah longsor di Dusun Pencil, Desa Karang Tengah terdapat 38 (135 KK) rumah rusak sedang sampai berat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Semua penduduk sudah mengungsi ke tempat yang aman.

Sementara itu, bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang telah menimbun 105 (158 KK) rumah. Sekitar 56 orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah ini. Data korban yang meninggal dunia adalah sebagai berikut ini: 38 orang laki-laki, 18 orang perempuan (10 anak-anak, 46 dewasa), masih ada 6 jenazah yang masih belum teridentifikasi dan sekitar 52 orang belum berhasil ditemukan.

(click here fore more)

Jangkang: Membuka Pintu Keberlanjutan

Jangkang adalah sebuah desa terisolasi di tengah hutan yang baru tersentuh akses transportasi pada 3-4 tahun yang lalu. Sebelumnya sungai menjadi akses jalan bagi penduduk untuk pergi dan masuk ke desa. Jarak tempuh dengan kendaraan roda dua dari Jangkang ke Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu – Putussibau selama 50 menit. Setengah dari jarak tempuh tersebut kondisi jalan belum beraspal. Namun demikian, hal ini sudah jauh lebih baik daripada warga harus menyusuri sungai.

Walaupun akses transportasi sudah masuk, masyarakat Jangkang masih terisolasi dari segi komunikasi dan informasi. Mereka harus berjalan jauh ke tempat yang mempunyai jaringan telekomunikasi jika ingin berkomunikasi dengan sanak keluarganya di tempat lain.

Sedangkan pada bidang pendidikan dasar, kegiatan belajar mengajar di sana berjalan sangat hidup dengan adanya tenaga pengajar dari program “Indonesia Mengajar”. Kehadiran guru-guru dari program tersebut  memacu dan mendorong para guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara aktif dan disiplin. Gaya mengajar dan ketelandanan yang ditunjukan para guru “Indonesia Mengajar”, membuat para murid semangat untuk datang ke sekolah. Demikian pun para orang tua menjadi paham tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. (Click for more)

Page 1 of 5

Previous Next
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
Diawali dengan Niat Baik - Minahasa Tenggara Program Pengurangan Risiko Bencana  di Desa Belang dan Watuliney Tengah, Minahasa Tenggara :... Read more
Yesus juga Pakai PCM! “Seandainya murid-murid Yesus dulunya menggunakan metode PCM, mungkin masalah kebingungan yang... Read more
Yen Mbantu Ojo Setengah-tengah Sekilas ia tampak pendiam. Awal perjumpaan dengan saya, ia hanya menjawab pendek-pendek. Namun... Read more
Yang Penting Coba dan Praktekkan Capacity Building (CB) Unit menyelenggrakan kegiatan Learning Review. Kegiatan itu menjadi... Read more
Warga Selalu Was-was, Tiap Tahun Terjadi Longsor Hujan deras mengguyur Samigaluh selama kurang lebih tiga jam mengakibatkan bencana tanah longsor... Read more
Uskup Harapkan Karito Tembus Masyarakat Caritas Purwokerto (Karito) mengadakan Workshop Pengembangan Organisasi (Organizational... Read more
Usaha Masyarakat Mojoasem Dikabarkan langsung dari lokasi bencana banjir, sampai saat ini warga Desa Siser, Mojoasem dan... Read more
Tragedi Jebolnya Situ Gintung Sampai berita ini dituliskan, jumlah penduduk yang tewas di Situ Gintung dilaporkan berjumlah 100... Read more
Titik Awal Perjalanan 25-28 Oktober 2010, unit penguatan kapasitas memfasilitasi workshop Organizational Development... Read more
TILANGANO KAASI, Terang Kasih di Pulau Muna Perjalanan yang cukup jauh. Demikian kesan saya dalam perjalanan menuju Labasa, pada 6 juni... Read more
Syukurlah, Caritas Datang “Syukurlah, Caritas Datang” Itulah ucapan pertama yang dilontarkan Basri Sikumbang, Wali Korong... Read more
Sumber Daya Lokal, Potensi Yang dapat Dikembangkan Sudah lama masyarakat di Wolofeo mendambakan penerangan yang baik. Tetapi apa mau dikata sampai... Read more
Seruan Bela Rasa dari Paroki di Manila Badai Tropis Katsana melanda Manila dan sejumlah provinsi di Filipina utara, Sabtu (26/9).... Read more
Semangat Kemanusiaan Tanpa Membedakan Pagi itu (13/1), sebuah pesan singkat masuk ke ponsel saya. Ternyata pesan dari seorang teman... Read more
Secercah Harapan Menghapus Hutang “Kami sebagai pengurus lingkungan akan terlibat dalam program ini karena kami bertanggung jawab... Read more
Sapa Kasih untuk Papua Hati saya taputus – hati saya terputus. Demikian perasaan Romelus Wainaribaba (60 tahun) saat... Read more
Sampai Tak Bisa Tidur Semalaman Hidup di Indonesia berarti hidup di wilayah rentan bencana. Ancaman bencana ada di berbagai... Read more
Rumah Singgah Cordia "Rumah tempat kita berteduh dan merasakan kedamaian". Agustus 2010,  bertempat di Jl.Sei... Read more
Rekoleksi dan Jalan Salib Ekologi Bertepatan dengan hari libur nasional Nyepi, umat paroki Nangahure mengikuti rekoleksi bertempat... Read more
Rasanya seperti perjalanan tanpa ujung Ini adalah hari keempat keberadaan kami di India. Saat ini kami sedang menempuh perjalanan empat... Read more
Rapat Tahunan KARINA KWI Sebuah Pertemuan Tahunan yang lebih tepatnya disebut dengan Rapat Tahunan antara KARINA KWI... Read more
Rapat tahunan Karina KWI III : “ Meretas Masa Depan” Salah satu peristiwa penting dalam agenda kegiatan Karina adalah Rapat Tahunan. Kali ini... Read more
Pusat Perawatan dan Pemulihan Narkoba Keuskupan Agung Medan “Rumah tempat pecandu narkoba berbagi pengalaman, kekuatan dan harapan dalam pemulihan” Sejak... Read more
Peran Anak dalam PRB: Mengapa Tidak “Ketika prinsip-prinsip kemanusiaan dan konvensi hak asasi manusia memastikan bahwa terjadi... Read more
Pentingnya Media Informasi Kebencanaan “Pemberi berita itu mulia. Wartawan itu memang bukan ahli medis, tapi lewat beritanya bisa... Read more
Peningkatan Manajemen Keuangan Ditemui di sela-sela Pelatihan “FM7: Financial Accountability vs Saving Lives? – Financial... Read more
Pengurangan Resiko Bencana Kajian Mandiri PRBOM Caritas AmbonProgram Pengurangan Resiko Bencana mulai dikembangkan KARINA... Read more
Pengalaman Caritas Amboina Kajian Mandiri PRBOM Caritas AmboinaBulan Februari sampai Maret 2010, Caritas Amboina bersama tim... Read more
Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan dan Pengurangan Risiko Bencana Kemiskinan merupakan permasalahan sejak zaman purbakala yang terus menerus berkembang dan... Read more
Pendampingan Zahir bagi Caritas-caritas Keuskupan Kunjungan tim Karina KWI ke caritas euskupan telah dilakukan dalam rangka pendampingan Zahir.... Read more
Pendampingan Keuangan di Labasa: Sederhana Namun Bermakna Dalam pertemuan terakhir di Labasa, saya menyampaikan pentingnya laporan keuangan, karena kita... Read more
Pelayanan Untuk Pecandu Narkoba dan ODHA "Program-program pelatihan seperti ini membuat saya mengerti penyakit kecanduan saya dan membuat... Read more
Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat Upaya pertolongan terhadap penderita gawat darurat harus dipandang sebagai satu kesatuan alur... Read more
Pelatihan PCM Malino: “3M!” 3M! Demikian kesan umumnya peserta pelatihan Project Cycle Management (PCM) di Malino-Sulawesi... Read more
Pelatihan PCM 2009 Program peningkatan kapasitas untuk pengelolaan siklus manajemen proyek (PCM: project cycle... Read more
Pelatihan FM-7 di Kemang “Everything is A ha for me!” Melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan keuangan terkadang membuat... Read more
Merintis Karya PRBOM: Pengalaman Caritas Amboina Bulan Februari sampai Maret 2010, Caritas Amboina bersama tim fasilitator mereka memulai... Read more
Menyiasati Bencana, Memanfaatkan Jaringan Pengalaman Komisi PSE Keuskupan Manado menghadapi Gempa Kabaruan & Melonguane,Empat bulan... Read more
Menjadi Siap untuk Bisa Siaga “Perhatian para warga, terdengar suara gemuruh longsor dari bukit, harap para warga segera... Read more
Menggagas PRB di Grebeg Slarong 2010 Karang Taruna “Dipo Ratna Muda” desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, bekerja sama... Read more
Memfasilitasi Mahasiswa akan Prasangka & Konflik Berbicara mengenai Prasangka & Konflik di Indonesia, sangat berhubungan dengan sejarah yang... Read more
Melewati Masa Sudah hampir satu tahun berlalu sejak banjir bandang menerjang Wasior, Kabupaten Wondama, Papua... Read more
Manajemen Keuangan harus diketahui oleh Pihak yg terlibat Manajemen Keuangan sangat penting dalam kegiatan humanitarian manapun, termasuk tanggap darurat.... Read more
Learning Review Organizational Development dan PCM Berlokasi di Hotel Grand Cemara, Jakarta, tanggal 9 -12 Maret 2010 menjadi tanggal pembelajaran... Read more
Kisah Pedih Keluarga Atep Menjelang sinar matahari berpendar di langit timur, hari Rabu (2/9) itu Atep Saepuloh (37)... Read more
Kisah dari Nagari Balah Air Keluarga ibu Nurmi adalah sebuah keluarga biasa. Tidak ada yang begitu istimewa dibanding dengan... Read more
Kilas Pendapat dari Wismalat Podomoro Berikut kami sajikan beberapa pendapat dan komentar seputar proses Kajian Mandiri Kinerja... Read more
Ketika Kami Belajar Menulis 2-6 Agustus 2010 lalu, Caritas Maumere menyelenggarakan pelatihan menulis bagi staf dan... Read more
Ketika Dewa-dewa Keuangan Berkumpul Pernahkah terbayang jika para pakar keuangan berkumpul dalam satu forum pertemuan? Apakah... Read more
Kesempatan untuk membangun Caritas Keuskupan dan Nasional Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, April-Mei 2010 tim Total Quality Management (TQM) Karina... Read more
Karya Karipura di Kibay Sudah sebulan lebih lamanya saya tidak berkunjung ke Desa Kibay tempat dimana saya dan teman –... Read more
Institusi Bidang Resiko Pengurangan Bencana di Bandung Kajian Mandiri Kinerja Institusi Bidang Resiko Pengurangan Bencana di Bandung | "Kita hidup di... Read more
Inilah Karya Gereja di Indonesia Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, April-Mei 2010 tim Total Quality Management (TQM) Karina... Read more
Iklim Berubah, Penyakit Kakao Menyebar “Kami kenal kakao sekitar tahun 1971 ketika Pater Bollen suruh kami tanam di sini. Waktu itu saya... Read more
Gender tidak sama dengan perempuan! “Apa yang terlintas jika kita mendengar kata gender atau pengalaman apa yang berkaitan dengan... Read more
Gempa Serui: Siklus 40 Tahun Sekali? Tidak ada korban jiwa dari warga Kampung Wawuti, Wadapi dan Wanampompi saat gempa 16 Juni lalu.... Read more
Exposure visit on CCR project in Aceh Jaya Tidak ada yang tersembunyi dari Aceh yang  tidak menjadi perhatian dari berbagai pihak... Read more
Emergency Response untuk Sohoya Banjir yang melanda Desa Sohoya di Nias direspon dengan cepat oleh Tim Pengurangan Resiko Bencana... Read more
Emergency Response Course : Lebih Siap, Lebih Tertata Caritas Czech Republic (CCR) dan Karina memiiki perhatian yang sama dalam hal peningkatan... Read more
Diawali dengan Niat Baik, Minahasa Tenggara Program Pengurangan Risiko Bencana  di Desa Belang dan Watuliney Tengah, Minahasa Tenggara :... Read more