Bocah laki-laki, usia 9 tahun, berlari mendekati kami. “Kuantar ke rumahku!” katanya. Sambil berlari kecil di satu-satunya jalan menuju rumahnya, dia memimpin kami. Kami berhenti di sebuah rumah yang luluh lantak. Di sebelahnya ada tenda bergambar logo Caritas Germany telah berdiri di depan tempat hunian sementara dari kayu. Dua orang pria tengah menyusun dinding dapur ketika kami menyampaikan beberapa pertanyaan untuk monitoring. Dalam perjalanan kami menuju ke rumah berikutnya, kumulai percakapan dengan bocah ini.
Kamu ada di mana ketika gempa? Kamu takut tidak?
“Aku sedang di luar bersama adiku perempuan. Dulu juga pernah ada gempa. Jadi, aku tidak takut. Adikku selalu menangis jika ada gempa susulan.”
Kamu, adikmu, orangtuamu terluka tidak saat itu?
“Bapak dan ibu lari keluar. Hanya beberapa detik sebelum rumah kami roboh. Sekarang kami tinggal di tenda. Ibu, bapak,aku, dua adik perempuanku, dan kakek- nenek tinggal di tenda yang sama.”
Lalu, sekarang kalau kamu mau belajar dan bermain di mana?