Situasi Banjir Bojonegoro, Lamongan dan Sidoarjo Terkini

Syndicate content
Luluk Widyawannoreply@blogger.comBlogger33125
Updated: 2 hours 5 min ago

Situation Report XV, Padang Earthquake

Thu, 11/12/2009 - 15:19




Distribusi
Sampai dengan tanggal 8 November, Caritas Joint Response sudah berhasil mendistribusikan barang bantuan kepada 5,697 KK di 5 distrik. Secara umum, para penerima manfaat ini mendapatkan 1 tenda atau 2 terpal, perangkat hunian sementara, perlengkapan kebersihan dan alat-alat pertukangan. Selain itu, ada beberapa keluarga yang hanya menerima perlengkapan kebersihan atau alat pertukangan saja karena disesuaikan dengan kebutuhan riil mereka.
Minggu lalu, sekitar 49 paket sudah didistribusikan melalui INGO Shelterbox yang membangun hunian-hunian sementara untuk anggota komunitas yang terdampak tanah longsor di Padang Alai (desa Balah Air, kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman). Untuk menghindari konflik, tim CJR juga sudah melakukan assessment di satu Korong (sub village) dan megadakan distribusi tambahan untuk para penduduk yang memang sesuai dengan kriteria CJR, yaitu:
• 1.602 KK di Desa Lurah Ampalu (kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman)
• 1.766 KK di desa Balah Air (kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman)
• 612 KK di desa Lubuk Alung (Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman)
• 147 KK di desa Gunung Padang Alai (kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman)
• 105 KK di Kecamatan Tanjung Raya (Kabupaten Agam) – dibantu melalui IOM
• 704 KK di berbagai desa di Kabupaten Agam – dibantu oleh CRS
• 130 KK di desa Lumpo (Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan)
• 83 KK di desa Siguntur (kecamatan Siguntur, Kabupaten Pesisir Selatan)
• 119 KK di desa Kalampayan (kecamatan Bungus Teluk Kabung, kabupaten Padang)
• 429 KK di desa Alamanda, Koto Gadang Jaya dan Langgam (Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat)
Pemantauan / Monitoring
Minggu lalu, semua relawan memfokuskan diri pada kegiatan assessment dan distribusi, sehingga kegiatan monitoring belum dilakukan. Dalam beberapa hari di minggu depan ini, akan dilakukan monitoring di desa-desa yang sudah mendapat bantuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

RelawanKoordinasi dan informasi tentang kebutuhan relawan bisa menghubungi Ari (081804053184).

Koordinasi
Emilie della Corte dari Caritas Internationalis tiba di Padang pada tanggal 3 November 2009 untuk mendukung dan memfasilitasi finalisasi revisi EA dan untuk mempersiapkan langkah selanjutnya (Recovery dan Rekonstruksi). Emilie akan berada di Padang sampai dengan tanggal 24 November 2009 dan bisa dihubungi di nomor 0878-9507-8940.

Pada tanggal 5 November telah dilaksanakan pertemuan tentang revisi EA di Padang yang dihadiri oleh ERT Padang, Keuskupan Padang, Caritas Joint Response, C. Switzerland, CRS, C. Czech Republic, C. Australia, Cordaid dan CI. Notulensi pertemuan ini ada di Karina. Pertemuan untuk membahas fase Recovery dan Rekonstruksi akan diadakan di Padang pada tanggal 16 November 2009. Alamat

Caritas Joint ResponseJl. WR Monginsidi 4d, Padang
(Kantor PSE, GOR Prayoga Sportscentre)

Kontak Personal
1. Fr. Raymond Laia OFM Cap. – Program Manager
Mobile: 0813-6112-3662
Email: rymond.laia@gmail.com

2. Ari Nugroho – Karina’s Emergency Response Officer, Program Manager
Mobile: 0818-0405-3184
Email: ari@karina.or.id

3. Eloi Bonal – Caritas Members Operation Coordinator
Mobile: 0878-6897-415
Email: eloi.bonal@yahoo.co.id
4. Silvia Holzer – Communications Officer
Mobile: 0877-9305-2975
Email: hsilvia@gmx.net
Categories:

Situasion Report Gempa Padang Posko Bersama Keuskupan Surabaya - Joint Response Caritas

Fri, 10/09/2009 - 05:13



A. Informasi Umum

Gempa kuat kembali mengguncang Kota Padang di Sumatera Barat pada Rabu, 30 September 2009 pk. 17.16 WIB. Gempa dengan kekuatan 7,6 SR juga dirasakan hingga Aceh dan Liwa di Propinsi Lampung. Sumber dari BMKG menyebutkan bahwa gempa dengan intensitas 6–7 MMI dialami di Padang, 4 MMI di Sibolga dan Gunung Sitoli, 3-4 MMI di Bengkulu, Bukit Tinggi, Tapanuli Selatan, Muko-Muko dan Liwa. 2–3 MMI di Duri-Riau dan Pekan Baru. Di Jakarta, akibat gempa tersebut dirasakan 2-3 MMI.

B. Populasi Terdampak

Hingga Selasa (6/10) pukul 10.00 WIB, Pusdalops BNPB melaporkan sebanyak 704 orang meninggal dunia dan 295 orang hilang adalah:

-Kota Padang 327 orang meninggal dan 4 orang hilang
-Kota Pariaman 37 orang meninggal dunia.
-Kota Solok 3 orang meninggal dunia.
-Kab. Padang Pariaman 292 orang meninggal dan 237 orang hilang
-Kab. Pesisir Selatan 10 orang meninggal dunia.
-Kab. Agam 32 orang meninggal dunia dan 54 orang hilang.
-Kab. Pasaman Barat 3 orang meninggal dunia.

Sedangkan data kerusakan hingga 5 Oktober 2009 pukul 20.00 WIB yang tercatat oleh BNPB adalah:

-Rumah rusak berat 101.653 unit
-Rumah rusak sedang 48.967 unit
-Rumah rusak ringan 49.026 unit
-Fasilitas pendidikan yang rusak berat 887 unit, rusak sedang 575 unit, rusak ringan 457 unit.

Sejumlah 21 tim SAR yang berasal dari 19 negara telah mengkaji 31 titik reruntuhan bangunan di Kota Padang dan menyatakan sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Untuk itu, kegiatan rescue dialihkan ke sebelah Timur, Utara, Selatan Kota Padang, seperti Kab. Padang Pariaman dan Kab. Agam

C. Respon Pemerintah

Selasa (6/10), pemerintah memajukan waktu penanganan tanggap darurat menjadi hanya satu bulan sejak 1 Oktober 2009, setelah sebelumnya diputuslam dua bulan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, menyatakan kalau masyarakat sudah mulai menjalankan aktivitas normal sehingga penanganan tanggap darurat dapat dipercepat, agar rehabilitasi dan rekonstruksi segera dimulai. Target rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai awal November.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi penanganan bencana Sumbar di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jakarta, Selasa sore. Beberapa peserta diantaranya Menteri Sosial, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Dalam Negeri.

Pemerintah melakukan percepatan distribusi logistik dengan mengirimkan sembilan helikopter dan tujuh kendaraan kecil untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dimasuki moda transportasi biasa. Selain itu, tambahan relawan dikirimkan, yaitu 600 personil Tagana (di sana sudah ada 624 personil Tagana). Air bersih sebanyak 20 unit tangki sudah dikirimkan.

D. Kebutuhan Mendesak

Berdasarkan kajian yang dilakukan tim respon Joint Response Caritas (JRC), kebutuhan mendesak saat ini adalah tempat penampungan sementara, kebersihan / sanitasi dan kesehatan. Makanan bukan menjadi kebutuhan mendesak karena persediaan makanan dinilai cukup.

Hasil kajian tim tersebut sejalan dengan data kajian yang dimiliki UN-OCHA. UN-OCHA memastikan makanan belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Tambahan lain adalah kebutuhan mendesak untuk diadakannya aktivitas sekolah, air bersih, distribusi bantuan, perlindungan anak dan klinik kesehatan keliling (mobil klinik). Jaringan komunikasi sudah tersambung kembali, termasuk layanan internet. Untuk telepon selular, jaringan yang bisa dipakai adalah XL dan Fren.

Tetapi, media melaporkan hal yang berbeda dari kajian tim JRC maupun UN-OCHA. Kantor berita Antara menyampaikan bahwa sebagian korban gempa di empat kecamatan di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, hingga kini belum mendapatkan bantuan logistik memadai. Menurut Antara, empat keacamatan ini merupakan kecamatan terparah di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Nasir, bantuan bahan pokok yang diterima hingga saat ini berupa 10,3 ton beras, 41.140 dus mi instan, 420 dus air mineral, 100 kilogram gula, 20 kaleng ikan sarden dan tenda 407 buah. Jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan korban.

Bagi mereka yang ingin memberikan bantuan logistik, harap tidak memberikan susu dan mie instan. Susu tidak dianjurkan karena sulitnya air bersih, kemungkinan susu tidak cocok dengan perut bayi, dapat menimbulkan ketergantungan pemakaian susu botol pada bayi. Penyaluran susu harus didampingi oleh ahli gizi / kesehatan untuk memastikan tidak adanya dampak lanjutan. Larangan tersebut sudah menjadi kesepakatan internasional. Sedangkan untuk mie instan, sudah banyak sekali organisasi yang memberikan mie instan. Lebih baik memberikan jenis makanan, misalnya sarden, ikan asin, kacang hijau, telur asin.

E. Respon Karina Network

Tim JRC berada di lokasi sejak Kamis (1/10) untuk berkoordinasi dengan tim ER Keuskupan / Paroki setempat serta tim gabungan JRC yang ada di Indonesia. Serta melakukan kajian cepat di lokasi bencana untuk melihat kerusakan yang terjadi dan kebutuhan yang diperlukan, terutama untuk daerah-daerah yang belum tersentuh bantuan.

Tim JRC menjadi bagian dalam aksi gabungan Caritas Family. Karina KWI berperan sebagai koordinator dalam aksi gabungan tersebut. Dalam aksi gabungan, telah tersusun struktur kerja tim dan pembagian tugas dalam 4 kelompok, yaitu: struktur-organisasi, pemetaan-logistik, kebutuhan-penerima manfaat, kesehatan.

Tim JRC dan Caritas Family telah memutuskan wilayah yang akan dilayani, yaitu Nagari Lurah Ampalu dan Nagari Sungai Sariak (keduanya di Kabupaten Padang Pariaman), serta kota Padang. Pada Senin (5/10), tim gabungan melakukan kajian lanjutan ke Nagari Lurah Ampalu. Juga, mengurus pembukaan jalur pengiriman barang dengan BNPB, serta mulai melakukan pencarian harga (pre-procurement).

Sedangkan pada Selasa (6/10), tim JRC mendistribusikan 1358 unit terpal ke Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan Tujuh Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Pendistribusian dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi kelompok kerja kajian. Terpal berasal dari CRS dan dikirim dari Medan. Caritas Jerman mengurus jalur pengiriman barang dengan BNPB. Kelompok kerja kajian juga melakukan verifikasi data yang didapat dari HFI (Humanitarian Forum Indonesia – Karina salah satu anggotanya) dan melakukan kajian di wilayah target layanan.

F. Koordinasi

Koordinasi dilakukan dengan pihak Keuskupan Padang, paroki, dan anggota Caritas Internasionalis. Perwakilan Caritas Internasionalis, Allistair Dutton hadir untuk memantau respon tanggap darurat anggota CI. Pertemuan dengan anggota dilakukan pada Senin (5/10). Kesepakatan yang dihasilkan adalah akan ada joint appeal. JRC tidak akan bergerak sendiri-sendiri, melainkan terpadu dan terkoordinasi. Mgr. Martinus D. Situmorang, Uskup Padang menyatakan bahwa respon tanggap darurat berbasis Paroki ataupun Caritas Family tidak lagi berbeda. Semua disatukan dalam koordinasi JRC dan ERT-Padang, dalam supervisi Uskup dan manajemen Karina. Metode yang dipakai untuk melayani komunitas adalah sama, yaitu standar Damage and Need Assessment. Metode tersebut dipakai UNOCHA, dikembangkan oleh Emergency Capacity Building Project. Selain itu, koordinasi terus dilakukan dengan Karina Keuskupan Palembang atau Pansos Palembang.

G. Bantuan

Bantuan kepada korban yang sebagian besar kehilangan rumah atau rumah rusak diwujudkan dalam bentuk shelter sementara (tenda, terpal) hingga permanen (housing). Namun tetap akan mengupayakan bantuan emergency. Upaya ini bisa berlangsung hingga tahun 2010 atau bahkan 2011. Karena itu, pengiriman bantuan dana dari Caritas Family kepada Karina KWI perlu segera dilakukan. Perlu dihindari benturan dengan berbagai organisasi lain di lapangan, walaupun kebutuhan korban tetap menjadi prioritas. Tahap emergency disepakati berlangsung selama tiga bulan. Untuk memperkuat assessment, seluruh lembaga Caritas dan personil dibagi dalam lima task forces: field, purchasing and logistic, finance and admintration, liaison to donors, dan communications. Setiap kelompok beranggotakan Caritas lokal maupun internasional. Bentuk bantuan yang dibutuhkan tenda, selimut, sarung, tikar, alat-alat pertukangan (gergaji, palu,paku, seng). Sampai Rabu (7/10), telah dibagikan 1591 terpal di keluarahan Ampalo kecamatan Tuju Koto.

H. Posko
1. Posko Di Keuskupan Surabaya
Menerima bantuan bahan kebutuhan pokok: mie instan, gula, kopi, minyak goreng, biscuit dll, selimut, pakaian dalam terbaru, terpal plastik dan tikar plastik (pakaian layak pakai belum diterima)a. Paroki St. Yusup
Jl. Mastrip Kebraon I / 1 Surabaya – 031 7661450

b. Paroki Kelahiran St. Perawan Maria
Jl. Kepanjen 4-6 Surabaya – 031 3551077

c. Paroki St. Vincentius
Jl. Widodaren 15 Surabaya - 031 5343797

d. Paroki Gembala Yang Baik
Jl. Jemur Andayani X / 14 Surabaya – 031 8413301

e. Paroki Hati Kudus Yesus - Katedral
Jl. Polisi Istimewa 15 Surabaya - 031 5677845
f. Biara Soverdi (SVD)
Jl. Polisi Istimewa 9 Surabaya - 031 5684310

g. Paroki di luar kota Surabaya dipusatkan di Vikep setempat

2. Rekening Sumbangan

BCA Cab. Diponegoro 2582777277 an. Vincentius Sutikno Wisaksono
berita: bantuan bencana Sumatera Barat

3. Periode Pengiriman ke Sumatera Barat
- 15 Oktober 2009
- 15 November 2009
- 15 Desember 2009

4. Tim Posko Bersama Keuskupan Surabaya

Pelindung: Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Pr
Koordinator Umum / Penanggung Jawab: Rm A. Luluk Widyawan, Pr - 081556410330
Bendahara: Bp. Ferdinandus Locke – 031 5616042
Ko. Lapangan: Rm Markus Rudi Hermawan, CM - 08179312976
Ko. Logistik: Rm Rudi Sulistyo, CM
Ko. Relawan: Rm. Sabas Kusnugroho, Pr
Ko. Medis: Rm Paul Rahmat, SVD
Ko. Administrasi: Bp. Andri
Categories:

Situasion Report Gempa Padang Posko Bersama Keuskupan Surabaya - Karina Network

Fri, 10/09/2009 - 05:13



A. Informasi Umum

Gempa kuat kembali mengguncang Kota Padang di Sumatera Barat pada Rabu, 30 September 2009 pk. 17.16 WIB. Gempa dengan kekuatan 7,6 SR juga dirasakan hingga Aceh dan Liwa di Propinsi Lampung. Sumber dari BMKG menyebutkan bahwa gempa dengan intensitas 6–7 MMI dialami di Padang, 4 MMI di Sibolga dan Gunung Sitoli, 3-4 MMI di Bengkulu, Bukit Tinggi, Tapanuli Selatan, Muko-Muko dan Liwa. 2–3 MMI di Duri-Riau dan Pekan Baru. Di Jakarta, akibat gempa tersebut dirasakan 2-3 MMI.

B. Populasi Terdampak

Hingga Selasa (6/10) pukul 10.00 WIB, Pusdalops BNPB melaporkan sebanyak 704 orang meninggal dunia dan 295 orang hilang adalah:

-Kota Padang 327 orang meninggal dan 4 orang hilang
-Kota Pariaman 37 orang meninggal dunia.
-Kota Solok 3 orang meninggal dunia.
-Kab. Padang Pariaman 292 orang meninggal dan 237 orang hilang
-Kab. Pesisir Selatan 10 orang meninggal dunia.
-Kab. Agam 32 orang meninggal dunia dan 54 orang hilang.
-Kab. Pasaman Barat 3 orang meninggal dunia.

Sedangkan data kerusakan hingga 5 Oktober 2009 pukul 20.00 WIB yang tercatat oleh BNPB adalah:

-Rumah rusak berat 101.653 unit
-Rumah rusak sedang 48.967 unit
-Rumah rusak ringan 49.026 unit
-Fasilitas pendidikan yang rusak berat 887 unit, rusak sedang 575 unit, rusak ringan 457 unit.

Sejumlah 21 tim SAR yang berasal dari 19 negara telah mengkaji 31 titik reruntuhan bangunan di Kota Padang dan menyatakan sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Untuk itu, kegiatan rescue dialihkan ke sebelah Timur, Utara, Selatan Kota Padang, seperti Kab. Padang Pariaman dan Kab. Agam

C. Respon Pemerintah

Selasa (6/10), pemerintah memajukan waktu penanganan tanggap darurat menjadi hanya satu bulan sejak 1 Oktober 2009, setelah sebelumnya diputuslam dua bulan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, menyatakan kalau masyarakat sudah mulai menjalankan aktivitas normal sehingga penanganan tanggap darurat dapat dipercepat, agar rehabilitasi dan rekonstruksi segera dimulai. Target rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai awal November.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi penanganan bencana Sumbar di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jakarta, Selasa sore. Beberapa peserta diantaranya Menteri Sosial, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Dalam Negeri.

Pemerintah melakukan percepatan distribusi logistik dengan mengirimkan sembilan helikopter dan tujuh kendaraan kecil untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dimasuki moda transportasi biasa. Selain itu, tambahan relawan dikirimkan, yaitu 600 personil Tagana (di sana sudah ada 624 personil Tagana). Air bersih sebanyak 20 unit tangki sudah dikirimkan.

D. Kebutuhan Mendesak

Berdasarkan kajian yang dilakukan tim respon Karina Network (Caritas), kebutuhan mendesak saat ini adalah tempat penampungan sementara, kebersihan / sanitasi dan kesehatan. Makanan bukan menjadi kebutuhan mendesak karena persediaan makanan dinilai cukup.

Hasil kajian tim tersebut sejalan dengan data kajian yang dimiliki UN-OCHA. UN-OCHA memastikan makanan belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Tambahan lain adalah kebutuhan mendesak untuk diadakannya aktivitas sekolah, air bersih, distribusi bantuan, perlindungan anak dan klinik kesehatan keliling (mobil klinik). Jaringan komunikasi sudah tersambung kembali, termasuk layanan internet. Untuk telepon selular, jaringan yang bisa dipakai adalah XL dan Fren.

Tetapi, media melaporkan hal yang berbeda dari kajian tim Karina Network maupun UN-OCHA. Kantor berita Antara menyampaikan bahwa sebagian korban gempa di empat kecamatan di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, hingga kini belum mendapatkan bantuan logistik memadai. Menurut Antara, empat keacamatan ini merupakan kecamatan terparah di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Nasir, bantuan bahan pokok yang diterima hingga saat ini berupa 10,3 ton beras, 41.140 dus mi instan, 420 dus air mineral, 100 kilogram gula, 20 kaleng ikan sarden dan tenda 407 buah. Jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan korban.

Bagi mereka yang ingin memberikan bantuan logistik, harap tidak memberikan susu dan mie instan. Susu tidak dianjurkan karena sulitnya air bersih, kemungkinan susu tidak cocok dengan perut bayi, dapat menimbulkan ketergantungan pemakaian susu botol pada bayi. Penyaluran susu harus didampingi oleh ahli gizi/kesehatan untuk memastikan tidak adanya dampak lanjutan. Larangan tersebut sudah menjadi kesepakatan internasional. Sedangkan untuk mie instan, sudah banyak sekali organisasi yang memberikan mie instan. Lebih baik memberikan jenis makanan, misalnya sarden, ikan asin, kacang hijau, telur asin.

E. Respon Karina Network

Tim Karina Network berada di lokasi sejak Kamis (1/10) untuk berkoordinasi dengan tim ER Keuskupan / Paroki setempat serta tim gabungan Karina Network yang ada di Indonesia. Serta melakukan kajian cepat di lokasi bencana untuk melihat kerusakan yang terjadi dan kebutuhan yang diperlukan, terutama untuk daerah-daerah yang belum tersentuh bantuan.

Tim Karina Network menjadi bagian dalam aksi gabungan Caritas Family. Karina KWI berperan sebagai koordinator dalam aksi gabungan tersebut. Dalam aksi gabungan, telah tersusun struktur kerja tim dan pembagian tugas dalam 4 kelompok, yaitu: struktur-organisasi, pemetaan-logistik, kebutuhan-penerima manfaat, kesehatan.

Tim Karina Network dan Caritas Family telah memutuskan wilayah yang akan dilayani, yaitu Nagari Lurah Ampalu dan Nagari Sungai Sariak (keduanya di Kabupaten Padang Pariaman), serta kota Padang. Pada Senin (5/10), tim gabungan melakukan kajian lanjutan ke Nagari Lurah Ampalu. Juga, mengurus pembukaan jalur pengiriman barang dengan BNPB, serta mulai melakukan pencarian harga (pre-procurement).

Sedangkan pada Selasa (6/10), tim gabungan mendistribusikan 1358 unit terpal ke Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan Tujuh Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Pendistribusian dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi kelompok kerja kajian. Terpal berasal dari CRS dan dikirim dari Medan. Caritas Jerman mengurus jalur pengiriman barang dengan BNPB. Kelompok kerja kajian juga melakukan verifikasi data yang didapat dari HFI (Humanitarian Forum Indonesia – Karina salah satu anggotanya) dan melakukan kajian di wilayah target layanan.

F. Koordinasi

Koordinasi dilakukan dengan pihak Keuskupan Padang, paroki, dan anggota Caritas Internasionalis. Perwakilan Caritas Internasionalis, Allistair Dutton hadir untuk memantau respon tanggap darurat anggota CI. Pertemuan dengan anggota dilakukan pada Senin (5/10). Kesepakatan yang dihasilkan adalah akan ada joint appeal. Caritas Family tidak akan bergerak sendiri-sendiri, melainkan terpadu dan terkoordinasi. Mgr. Martinus D. Situmorang, Uskup Padang menyatakan bahwa respon tanggap darurat berbasis Paroki ataupun Caritas Family tidak lagi berbeda. Semua disatukan dalam koordinasi Karina Network dan ERT-Padang, dalam supervisi Uskup dan manajemen Karina. Metode yang dipakai untuk melayani komunitas adalah sama, yaitu standar Damage and Need Assessment. Metode tersebut dipakai UNOCHA, dikembangkan oleh Emergency Capacity Building Project. Selain itu, koordinasi terus dilakukan dengan Karina Keuskupan Palembang atau Pansos Palembang.

G. Bantuan

Bantuan kepada korban yang sebagian besar kehilangan rumah atau rumah rusak diwujudkan dalam bentuk shelter sementara (tenda, terpal) hingga permanen (housing). Namun tetap akan mengupayakan bantuan emergency. Upaya ini bisa berlangsung hingga tahun 2010 atau bahkan 2011. Karena itu, pengiriman bantuan dana dari Caritas Family kepada Karina KWI perlu segera dilakukan. Perlu dihindari benturan dengan berbagai organisasi lain di lapangan, walaupun kebutuhan korban tetap menjadi prioritas. Tahap emergency disepakati berlangsung selama tiga bulan. Untuk memperkuat assessment, seluruh lembaga Caritas dan personil dibagi dalam lima task forces: field, purchasing and logistic, finance and admintration, liaison to donors, dan communications. Setiap kelompok beranggotakan Caritas lokal maupun internasional. Bentuk bantuan yang dibutuhkan tenda, selimut, sarung, tikar, alat-alat pertukangan (gergaji, palu,paku, seng). Sampai Rabu (7/10), telah dibagikan 1591 terpal di keluarahan Ampalo kecamatan Tuju Koto.

H. Posko
1. Posko Di Keuskupan Surabaya
Menerima bantuan bahan kebutuhan pokok: mie instan, gula, kopi, minyak goreng, biscuit dll, selimut, pakaian dalam terbaru, terpal plastik dan tikar plastik (pakaian layak pakai belum diterima)a. Paroki St. Yusup
Jl. Mastrip Kebraon I / 1 Surabaya – 031 7661450

b. Paroki Kelahiran St. Perawan Maria
Jl. Kepanjen 4-6 Surabaya – 031 3551077

c. Paroki St. Vincentius
Jl. Widodaren 15 Surabaya - 031 5343797

d. Paroki Gembala Yang Baik
Jl. Jemur Andayani X / 14 Surabaya – 031 8413301

e. Paroki Hati Kudus Yesus - Katedral
Jl. Polisi Istimewa 15 Surabaya - 031 5677845
f. Biara Soverdi (SVD)
Jl. Polisi Istimewa 9 Surabaya - 031 5684310

g. Paroki di luar kota Surabaya dipusatkan di Vikep setempat

2. Rekening Sumbangan

BCA Cab. Diponegoro 2582777277 an. Vincentius Sutikno Wisaksono
berita: bantuan bencana Sumatera Barat

3. Periode Pengiriman ke Sumatera Barat
- 15 Oktober 2009
- 15 November 2009
- 15 Desember 2009

4. Tim Posko Bersama Keuskupan Surabaya

Pelindung: Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Pr
Koordinator Umum / Penanggung Jawab: Rm A. Luluk Widyawan, Pr - 081556410330
Bendahara: Bp. Ferdinandus Locke – 031 5616042
Ko. Lapangan: Rm Markus Rudi Hermawan, CM - 08179312976
Ko. Logistik: Rm Rudi Sulistyo, CM
Ko. Relawan: Rm. Sabas Kusnugroho, Pr
Ko. Medis: Rm Paul Rahmat, SVD
Ko. Administrasi: Bp. Andri
Categories: