YAYASAN KARINA (Caritas Indonesia)
Jl. H. Agus Salim No. 22 D-E,
Jakarta 10350, INDONESIA

Name of Bank:
HSBC (The Hongkong and Shanghai Banking Corp. Limited)
Bank Address:
World Trade Center Building, Jl. Jend. Sudirman Kav 29-31, Jakarta 12920, INDONESIA
Swiftcode: HSBCIDJA

Account Name:
Yayasan Karina

Account Numbers:
001-081199-001 (in IDR)
001-081199-007 (in US Dollar)
001-081199-008 (in EURO)

Syndicate

Syndicate content

Berita dan Peristiwa

Syndicate content
Updated: 14 min 50 sec ago

Laporan Situasi # 4 Gempa Biak dan Serui, Papua

Fri, 07/09/2010 - 19:29

Laporan Situasi # 4 Gempa Biak dan Serui, Papua

read more

Laporan Situasi # 03 : Gempa Biak-Serui, Papua

Thu, 07/01/2010 - 12:54

Laporan Situasi # 03

read more

Laporan Situasi # 02 : Gempa Biak-Serui, Papua

Tue, 06/29/2010 - 09:06

Laporan Situasi #02 

PENGANTAR

read more

Uskup Harapkan Karito Tembus Masyarakat

Thu, 06/24/2010 - 15:42
Caritas Purwokerto (Karito) mengadakan Workshop Pengembangan Organisasi (Organizational Development). Kegiatan ini didukung oleh Caritas Indonesia (KARINA) KWI diikuti oleh keluarga Karito yang sedang memulai PRBOM (Pengurangan Resiko Bencana Oleh Masyarakat). Workshop OD ini diikuti oleh fasilitator PRBOM serta staf Karito yang kesemuanya berjumlah 20 orang.   Uskup Purwokerto Mgr Julianus Sunarka SJ menyempatkan diri hadir untuk memberikan kata pembuka. Dalam kesempatan itu, Uskup menekankan kembali pentingnya Karito menembus masyarakat luas. “Saya harapkan, Karito meski dalam bentuk kecil memiliki impiannya, punya kegilaan, menembus seluruh masyarakat,” jelas Uskup.   Menurut Uskup, karya sosial Karito adalah tanggap darurat (emergency), pengembangan masyarakat dan advokasi. Uskup berharap agar Karito bisa menentukan sampai sebatas mana penanganan tanggap darurat (emergency) dikatakan berhenti, dan kapan advokasi dilakukan juga pengembangan masyarakat sampai tingkat mana hingga dapat dikatakan selesai.  

read more

Laporan Situasi # 01 : Gempa Biak-Serui

Tue, 06/22/2010 - 14:36

Laporan Situasi # 01

read more

REFLEKSI Pelatihan Dasar Kesiapsiagaan Tanggap Darurat oleh Masyarakat : Perilaku Kita Mempengaruhi Kerentanan

Thu, 06/17/2010 - 11:28

Berjaga-jagalah dengan penuh cinta kasih dan persaudaraan. Manusia pun diciptakan untuk menguasai segala isi bumi. Namun kadang manusia lupa bahwa bumi ini membutuhkan perilaku-perilaku manusia yang arif dan bijaksana.

Ketika saya mengingat lagu Ebiet G Ade, “mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita...” Perilaku-perilaku manusia yang kurang arif dan bijaksana ini yang pada gilirannya menimbulkan ancaman bahaya dan bahkan menghasilkan sebuah bencana dengan tingkat resiko yang tinggi, terutama korban jiwa manusia. Tidak memandang suku, agama, status sosial, usia. Yang paling menyedihkan, jika korban itu adalah kelompok anak-anak, kaum miskin dan perempuan.

Menyadari kondisi seperti ini, saya sebagai mahluk ciptaan Tuhan terpanggil untuk berperilaku terhadap komunitas yang dikategorikan rentan dengan pendampingan berprinsip :
1.    Mereka adalah manusia yang berdaya dan bermartabat.
2.    Tidak memandang suku, agama dan golongan.

Dengan prinsip-prinsip ini, saya mulai melakukan berbagai upaya konkrit di tengah kelompok rentan, antara lain :

read more

Aksi Damai Lisensi ARV : “Antara Lisensi dan Nyawa Manusia……..”

Tue, 06/15/2010 - 13:48

 

 

 

 

 

 

 

“TRIPS (Trade Related aspect of Intellectual Property Rights) dan FTA (Free Trade Agreement) telah mendatangkan dampak merugikan bagi akses terhadap obat-obatan murah di Negara berkembang dan Negara terbelakang jadi kita memerlukan lisensi wajib untuk melindungi kesehatan orang banyak,” Anand Grover-UN Special Rapporteur on The Rights to Health

Anti Retro Viral (ARV) adalah sebuah obat yang dipergunakan pada terapi orang dengan HIV/AIDS(ODHA). Pemakaian ARV ini bertujuan untuk menekan laju perkembangan virus di dalam tubuh sehingga virus ini tidak secara signifikan merusak sistem kekebalan tubuh orang terinfeksi HIV.

read more

e-newsletter Karina edisi kedua# bulan Mei 2010

Wed, 05/26/2010 - 17:38

e-newsletter Karina edisi kedua kembali hadir menyapa. Buletin elektronik kali ini menyajikan laporan ringan Kegiatan Program Rehabilitasi pasca gempa bumi Sumatera Barat dan paparan singkat kunjungan ke Aceh Jaya. Bagi Romo, Suster, Bapak  dan Ibu serta pembaca sekalian yang ingin mengunduhnya, file telah tersedia,

Untuk ke depan, bagi pembaca yang ingin berbagi pengalaman, silahkan mengirimkan artikel ke dian@karina.or.id

Semoga sapa ini terus berlangsung.

Salam Bela Rasa Kita.

 

 

Pelatihan Intensif HARM REDUCTION

Wed, 05/26/2010 - 17:20

Pelatihan Intensif HARM REDUCTION menjadi Persiapan CORDIA CARITAS Medan dalam memberikan pelayanan untuk Pecandu Narkoba dan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) Di Kota Medan.

Selama 4 bulan (Februari-Juni 2010), CORDIA CARITAS Medan bekerja sama dengan Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) menyelenggarakan pelatihan intensif tentang pengurangan dampak buruk Narkoba (Harm reduction) dan HIV/AIDS. Pelatihan ini adalah kegiatan awal dalam program peningkatan layanan kesehatan untuk para pengguna narkoba yang hidup di lingkungan beresiko tinggi di Kota Medan yang sedang dikembangkan oleh CORDIA dengan dukungan Caritas Germany (DCV).

read more

Kisah dari Nagari Balah Air

Wed, 05/26/2010 - 16:35

Oleh Adrianus Dian Susanto

Keluarga ibu Nurmi adalah sebuah keluarga biasa. Tidak ada yang begitu istimewa dibanding dengan keluarga lain yang juga tertimpa bencana gempa bumi besar 30 September 2009 yang lalu di Sumatera Barat. Ibu Nurmi beserta suami dan tujuh orang anaknya tinggal di Jorong Sei Koro, Korong Lubuk Puar, Nagari Balah Air, Kecamatan Tujuh Koto Sungai Sarik, Kabupaten Padang Pariaman.

Bagi kami yang bekerja sebagai relawan di Caritas Joint Response untuk gempa Padang, deretan nama tempat yang begitu panjang tadi tidak asing lagi. Jorong selaras dengan dusun, korong selaras dengan desa, nagari adalah satuan administratif setingkat di bawah kecamatan. Jorong-jorong di nagari Balah Air adalah sebagian kecil masyarakat yang kami layani dalam proses besar distribusi barang bantuan gempa di Sumatera Barat. Kurang lebih 7900 keluarga yang kami layani bukanlah jumlah yang sedikit, terutama jika kami menerawang kembali bagaimana kami mendatangi seluruh keluarga tersebut satu per satu dari pintu ke pintu. Terkadang semuanya terlihat sebagai angka-angka semata bagi kami, namun perjumpaan langsung dengan orang-orang yang kami bantu selalu membawa kebahagiaan dan rasa bangga tersendiri, dan itulah yang dapat menyemangati kami selama bekerja sebagai relawan.

read more

Merintis Karya PRBOM: Pengalaman Caritas Amboina

Mon, 05/24/2010 - 12:39

Bulan Februari sampai Maret 2010, Caritas Amboina bersama tim fasilitator mereka memulai serangkaian proses fasilitasi Kajian Resiko Bencana Partisipatif (KRBP) di delapan komunitas di wilayah rawan bencana di delapan Paroki berbeda. Mereka bekerja dengan komunitas-komunitas di paroki Maria Bintang Laut, Passo, Laha, Poka.

Proses KRBP dilakukan melalui serangkaian pertemuan komunitas yang difasilitasi para fasilitator dan dihadiri anggota komunitas masing-masing.  Dari proses KRBP ini dihasilkan kajian anggota komunitas setempat mengenai ancaman/bahaya prioritas yang harus dihadapi, asal muasal dan karakteristiknya, tingkat kerentanan dan identifikasi kelompok rentan serta kemampuan dan sumberdaya yang tersedia di komunitas yang perlu ditambahkan untuk mengurangi kerentanan masyarakat terhadap ancaman/bahaya.

Hasil KRBP tersebut diperlukan guna memunculkan inisiatif-inisiatif anggota komunitas setempat dalam bentuk rekomendasi tindakan-tindakan pencegahan (prevention), mitigasi (mitigation), kesiapsiagaan ber-tanggap darurat (emergency response preparedness) serta peningkatan kapasitas untuk pengurangan sebab-sebab kerentanan (capacity building for vulnerability sources reduction).

read more

Bahu Membahu di Jalan Setapak

Wed, 05/12/2010 - 15:19

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Komisi PSE-Caritas Keuskupan Padang melaksanakan Grand Opening-Rehabilitation Program”EA37-2009 Diocesan Padang” pada tanggal 21 April 2010. Grand Opening ini dimaksudkan sebagai langkah peresmian atas mulainya Program Rehabilitasi. 

Program Rehabilitasi ini sendiri memiliki tujuan yaitu melakukan kegiatan merenovasi rumah yang hancur akibat gempa bumi 30 September 2009 yang lalu, dimana rumah tersebut akan diidentifikasikan berdasarkan kriteria kerusakan dan diperbaiki dengan mengikuti kaedah rumah tahan gempa. Rumah tahan gempa ini bertujuan memberi skala waktu bagi penghuni rumah agar dapat keluar menyelamatkan diri dari bangunan. Program ini difokuskan di tiga wilayah paroki, yaitu Tirtonadi, Katedral dan Padang Baru. Dari data assesment tiga wilayah paroki ini sekurangnya terdapat 165 rumah yang akan dibantu. Grand Opening ini dilaksanakan dirumah Bapak Bachtiar Gulo-Paroki St. Maria Tirtonadi, rayon St. Yohanes Pembabtis.

read more

BAHU-MEMBAHU DI JALAN SETAPAK

Fri, 05/07/2010 - 12:35

Ditulis oleh: Fransiska Natalia Gea

read more

Buletin Bela Rasa Kita Kembali Hadir Menyapa

Thu, 04/22/2010 - 15:25

Salam Bela Rasa Kita,

Untuk mengawali perjumpaan kali ini, redaksi ingin mengucapkan Selamat Paskah 2010, semoga dengan Kebangkitan-Nya mampu menggugah semangat kita untuk terus bangkit dan berkarya demi kemanusiaan.

Setelah sekian lama Buletin Bela Rasa Kita kembali hadir, dengan niat baik kembali berperan sebagai salah satu media untuk saling berbagi informasi, kegiatan dan pengalaman dalam jaringan Karitas di Indonesia.

Dalam edisi kali ini, kami menyampaikan informasi mengenai beberapa kegiatan  yang dilakukan oleh Karina KWI bekerja sama dengan Jaringan Karitas. Kami juga menampilkan laporan khusus mengenai Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dikelola oleh komisi PSE-Caritas Keuskupan Padang, sebagai bentuk respon terhadap Gempa Bumi yang melanda Sumatera Barat pada 30 September tahun lalu.

Ada beberapa tulisan kontribusi seperti Romo Simon Tunreng M (Toraja) menuliskan mengenai kegiatan Exposure Visit di Aceh, Adrianus (Caritas Tanjung Karang) membagi pengalamnya selama tergabung dalam Caritas Joint Response juga oleh-oleh cerita dari India.

read more

Caritas Indonesia sumbang Gempa Cina

Thu, 04/22/2010 - 14:39

Gempa 7,1 SR melanda Provinsi Qinghai, Cina barat laut, Rabu (14/4) lalu. Hingga hari kesembilan pasca gempa jumlah korban tewas akibat gempa bumi itu telah mencapai 2.039 dan 12.135 terluka. Ada 195 orang lainnya dinyatakan hilang setelah gempa berkekuatan 6,9 yang melanda wilayah Yushu Rabu lalu, kantor berita resmi Xinhua mengatakan.

Berdasarkan laporan Sekjen Pemerintah Prefektur Otonomi Tibet Yushu, Huang Limin, korban berjatuhan setelah gempa bumi berkekuatan 7,1 skala Richter menghantam  Qinghai, Cina Barat Laut. Korban dipastikan masih dapat terus bertambah. Tak hanya menelan korban jiwa, gempa ini juga meruntuhkan beberapa rumah dan fasilitas umum di dekat pusat gempa. Cuaca yang kurang mendukung dan beberapa lokasi berada di pegunungan dekat Tibet membuat bantuan terhambat.

Caritas Indonesia melalui Caritas Internationalis (CI) turut menyumbang sebesar Rp 100 Juta (seratus juta rupiah) untuk merespon bencana ini. Saat ini, seperti dilaporkan melalui situs CI, mereka telah mengirimkan tenaga medis dan bantuan darurat dua hari pasca gempa.

read more

Yang Dinanti : Pelatihan Manajemen Keuangan

Tue, 04/20/2010 - 11:34

Dengan menyadari pentingnya akuntabilitas dalam setiap kegiatan Karitas Keuskupan, KARINA-KWI telah mempersiapkan suatu pelatihan manajemen keuangan yang memungkinkan untuk menguatkan kapasitas dari Karitas-karitas Keuskupan dalam hal aplikasi manajemen keuangan.

Dalam pelaksanaanya nanti, Karina-KWI akan mengadopsi modul Financial Management 1 (FM1) dan Financial Management 2 (FM2) dari MANGO, suatu lembaga Internasional untuk pelatihan keuangan. FM1 akan memberikan materi manajemen keuangan dalam hal praktek keseharian pengelolaan keuangan di organisasi. Sedangkan FM2 akan lebih banyak membahas strategi manajemen keuangan yaitu secara khusus dalam hal mencapai kemapanan keuangan organisasi.  Adapun, kedua modul tersebut nantinya akan diperkaya dengan materi-materi tambahan yang lain yang mungkin diperlukan oleh Karitas Keuskupan.

Untuk Pelatihan Manajemen Keuangan 1 yang mengadopsi dari FM1, nantinya akan dibahas mengenai praktek keseharian pengelolaan keuangan mulai dari proses perencanaan keuangan, proses pencatatan transaksi, proses pembuatan laporan-laporan keuangan dan analisanya, pengendalian internal sampai dengan proses menghadapi audit.

read more

Sekilas Learning Review OD & PCM : “Yang Penting Coba dan Praktekkan”

Wed, 04/14/2010 - 12:21

Capacity Building (CB) Unit menyelenggrakan kegiatan Learning Review. Kegiatan itu menjadi pembelajaran bersama bagi para direktur dan manajer program Caritas Keuskupan yang telah memperoleh workshop Organizational Development (OD) dan pelatihan Project Cycle Management (PCM) selama tahun 2009.

Learning Review ini diselenggarakan selama empat hari di Hotel Grand Cemara, Jakarta dan  difasilitasi oleh Karina KWI. Kegiatan ini terbagi menjadi dua tahap; 9-10 Maret 2010 untuk OD dilanjutkan 11-12 Maret 2010 untuk PCM.
Peserta learning review OD mencapai 16 orang mereka perwakilan dari 9 Caritas Keuskupan yang sudah mengadakan workshop di Keuskupan masing-masing, sementara peserta learning review PCM mencapai 32 perwakilan Caritas Keuskupan, terdiri dari Caritas-caritas Keuskupan yang telah mengikuti pelatihan PCM di tingkat regional.

Tujuan dari penyelenggaraan learning review sendiri adalah untuk menguatkan kapasitas dalam hal pengembangan organisasi dan pengelolaan siklus proyek kemanusiaan oleh Caritas-caritas Keuskupan melalui proses berbagi pengalaman, berefleksi dan menyerap hal-hal baru dari narasumber.
 

read more

“Rasanya seperti perjalanan tanpa ujung”

Tue, 04/13/2010 - 12:14

Ini adalah hari keempat keberadaan kami di India. Saat ini kami sedang menempuh perjalanan empat jam menuju Pondicherry dari Chennai.  Berbagai situasi jalan kami temui selama perjalanan. Jalan kota yang kacau, jalan tol yang bersih, jalan sepi di tengah kegelapan malam, keramaian pasar yang memacetkan jalan. Kesemuanya kami jumpai berkali-kali. Rasanya seperti perjalanan tanpa ujung.

Karena  kelelahan, kami pun memutuskan untuk berhenti di satu pasar. Setelah mencicipi satu teh manis yang terasa pahit dan kue bawang merah goreng, perjalanan dilanjutkan menuju Pondicherry. Hampir tengah malam kami tiba di Pondicherry. Karena perut belum terisi, kami memutuskan untuk berkeliling kota dan mencari makanan yang pas di lidah. Setelah menyusuri jalan dekat tempat kami menginap, akhirnya ada makanan yang mirip dengan nasi goreng di Indonesia! Akhirnya, ada juga rasa yang dekat di lidah dan cocok di hati!

read more