YAYASAN KARINA (Caritas Indonesia)
Jl. H. Agus Salim No. 22 D-E,
Jakarta 10350, INDONESIA

Name of Bank:
HSBC (The Hongkong and Shanghai Banking Corp. Limited)
Bank Address:
World Trade Center Building, Jl. Jend. Sudirman Kav 29-31, Jakarta 12920, INDONESIA
Swiftcode: HSBCIDJA

Account Name:
Yayasan Karina

Account Numbers:
001-081199-001 (in IDR)
001-081199-007 (in US Dollar)
001-081199-008 (in EURO)

Syndicate

Syndicate content

“Gudang Adalah Bagian Yang Paling Menjemukan”

Jargon tersebut jamak terdapat di antara kalangan relawan. Selalu siap sedia berada di gudang logistik dengan kerja fisik yang melelahkan dirasa membosankan dan kurang menantang. Mereka yang bertugas di gudang umumnya sangat jarang mendapat kesempatan berjumpa langsung dengan beneficiaries, sesuatu yang umumnya digemari oleh pekerja sosial. Gambaran negatif tersebut mau tak mau berdampak pada jumlah relawan yang bersedia untuk ditempatkan di bagian logistik.

Pada kenyataannya, tantangan yang dihadapi oleh tim logistik memiliki karakter yang berbeda dibanding dengan mereka yang langsung terjun ke lapangan. Bekerja di gudang di masa emergency akan banyak bergulat dengan angka dan juga tenaga fisik. Dibutuhkan kecermatan dan kemampuan bertahan dalam tekanan.

“ Kami harus siap kapanpun jika dibutuhkan. Bahkan pernah suatu kali, kami harus bangun jam setengah lima pagi untuk menurunkan barang bantuan dari truk,” cerita Saptono, staff Catholic Relief Services (CRS), salah satu anggota tim Logistik Caritas Join Response di Padang. “proses check & recheck ketersediaan barang dilakukan setiap kali ada barang keluar atau barang masuk. Kami juga harus siap secara fisik apabila memang tenaga upahan kurang. Situasi seperti ini yang mungkin membuat orang tidak tertarik untuk menjadi bagian tim Logistik,” lanjutnya.

Gudang Caritas Join Response berada di GOR Prayoga, kota Padang. Sementara, procurement dilaksanakan di Pekanbaru, kota kecil yang membutuhkan 10 jam perjalanan darat dari Padang. Oleh karena itu dapat dimaklumi jika kedatangan barang seringkali di luar waktu kerja. Tentunya ini membutuhkan stamina yang harus terjaga.

Bagaimanapun juga, dibutuhkan pengetahuan, ketrampilan, dan ketahanan fisik & mental dalam mengatur barang bantuan. Di tengah segala bentuk kemendesakan, tim Logistik harus tetap tenang, teliti, dan siaga.

Semenjak masa darurat berjalan hingga berita ini dibuat, jumlah anggota tim logistik tidak pernah lebih dari enam orang. Sebagian besar relawan yang datang untuk Caritas Joint Response bekerja di tim assesment, distribusi, dan monitoring & evaluasi yang memang membutuhkan banyak personil.

“ Menjadi bagian dari tim Logistik membutuhkan lebih banyak kesabaran dan kesadaran bahwa mengelola gudang adalah pekerjaan yang memiliki karakter berbeda dibanding dengan pekerjaan lain. Maka, tantangannya pun berbeda,” tandas Saptono. “ Lebih baik gambaran-gambaran negatif tentang gudang disingkirkan dulu. Mari kita lihat dan kerjakan dulu. Nyatanya, saya menikmati ini,” tegasnya dengan mimik serius.

Tugas tim Logistik sedikit bertambah mengingat situasi dan kondisi gudang yang sebelumnya adalah Gedung Olah Raga milik Yayasan Prayoga. Masih ada bagian lain dari GOR yang dipergunakan untuk berolahraga. Selain itu, pintu masuk ke gudang tidak hanya satu. Dan, tidak hanya tim yang memiliki otoritas keamanan gudang. Ada pihak-pihak lain yang memiliki akses ke gudang. Lepas dari pikiran negatif, dibutuhkan perhatian ekstra untuk ini.

Written by Albert Deby S., Yohanes Baskoro and Victor Dimas B. Putra (Karina-KAS’ volunteers for Caritas Joint Response).