YAYASAN KARINA (Caritas Indonesia)
Jl. H. Agus Salim No. 22 D-E,
Jakarta 10350, INDONESIA
Name of Bank:
HSBC (The Hongkong and Shanghai Banking Corp. Limited)
Bank Address:
World Trade Center Building, Jl. Jend. Sudirman Kav 29-31, Jakarta 12920, INDONESIA
Swiftcode: HSBCIDJA
Account Name:
Yayasan Karina
Account Numbers:
001-081199-001 (in IDR)
001-081199-007 (in US Dollar)
001-081199-008 (in EURO)
“Baru kali ini terjadi dalam sejarah Caritas di Indonesia”, demikian kata Romo Raymond OFMCap, Program Manager Caritas Joint Response di Padang. “ Relawan dari berbagai Caritas Keuskupan di Indonesia berdatangan. Tanpa diminta, semua menawarkan tenaga dan pikiran. Sejarah patut mencatat ini”.
Setelah berkoordinasi dengan Uskup Padang, Mgr. D. Situmorang terkait dengan terjadinya bencana gempa bumi di wilayah Padang dan sekitarnya, jaringan Caritas internasional dan nasional membentuk Caritas Join Response. Dalam koordinasi Karitas Indonesia Konferensi Waligereja Indonesia (Karina KWI), anggota Caritas Internationalis dan Caritas Keuskupan yang datang dan memberikan bantuan bernaung dalam satu wadah. Romo Raymond dari Caritas Sibolga menjadi Program Manager yang mengkoordinasi semua kinerja relawan dan staff Caritas sekaligus menjadi jembatan antara tim Caritas dan Keuskupan Padang.
Mobilisasi relawan Caritas keuskupan merupakan hal besar dan sangat berarti. Bantuan dana dan barang tidak akan berarti jika tidak ada yang melakukan assesment dan distribusi. “Ini seperti sumbangan janda miskin yang diceritakan dalam Injil,” ujar Romo Raymond. “Caritas – caritas Keuskupan memberikan bantuan dari segala keterbatasannya. Kita tahu bahwa Caritas Keuskupan bukanlah lembaga donor yang cukup kuat. Namun, dengan hadirnya relawan kapasitas yang cukup dan kerelaan hati yang besar, ini menjadi sangat berarti”.
Semangat Caritas yang kental terwujud dalam koordinasi dan kerjasama yang terjadi diantara 135 lebih relawan yang hadir silih berganti di masa Emergency Response ini. Semua membawa satu nama, Caritas.
“Kondisi seperti ini mensyaratkan komunikasi dan koordinasi yang bagus. Tanpa itu, tentunya tujuan tidak akan tercapai dengan maksimal,” kata Romo Raymond. “ Saya sangat bersyukur. Meski datang dari berbagai wilayah dan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, semua ternyata memiliki keterbukaan dan kerelaan hati untuk bekerja sesuai dengan sistem yang sudah dibentuk bersama”.
Hadirnya Caritas beserta relawannya, di lain pihak, sebenarnya merupakan kesempatan yang besar untuk mengembangkan Caritas Padang sebagai anggota jaringan Caritas nasional. Ada kesempatan untuk semakin memperdalam semangat Caritas dalam kinerja dan juga pelayanannya. Ada banyak relawan yang memiliki kompetensi di bidangnya dan bersedia untuk membagi pengalaman dan pengetahuannya. Ada sistem berstandar internasional yang dapat diadaptasi.
Dengan pemberian bantuan yang lintas batas keagamaan, kepentingan, golongan, dan suku, Gereja menjadi sosok yang tidak melulu lembaga keagamaan yang berkutat pada kesalehan personal semata. Menjadi kesempatan bagi Gereja Lokal untuk sekaligus menunjukkan wajah sosial-nya dengan apa yang dikerjakan oleh jaringan Caritas.
Caritas Joint Response akan berada di Padang hingga akhir masa emergency. Fase rehabilitasi dan rekonstruksi akan diserahkan sepenuhnya pada kebijakan keuskupan dan Caritas Padang. Tentunya, keluarga besar Caritas akan membantu sesuai kemampuan apabila dibutuhkan.
Bagi Karina KWI sebagai animator Caritas Keuskupan, ini menjadi kesempatan untuk menyusun data base relawan Caritas dan metode tanggap bencana yang khas Caritas Indonesia. “Sayang jika peristiwa ini terlewatkan begitu saja. Ada banyak hal bisa digali, dipelajari, dan dikembangkan,” kata romo Raymond mengakhiri pembicaraan. Beliau menjanjikan adanya waktu dan tempat untuk mengadakan pembelajaran bersama setelah masa darurat selesai.
Ditulis oleh Albert Deby S., Yohanes Baskoro and Victor Dimas B. Putra (relawan Karina KAS untuk Caritas Joint Response)