ALAMAT KARINA - KWI
Yayasan Karina
Jl Matraman No 31, Jakarta Timur 13150
Telp : 021 - 85906534
Fax : 021 - 85906763
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

bca logo

Bank BCA - Cabang : Puri Indah, Jakarta
Nomor Rekening : 288-308-0599
Atas Nama : YAYASAN KARINA

Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat

Karina - Caritas IndonesiaUpaya pertolongan terhadap penderita gawat darurat harus dipandang sebagai satu kesatuan alur yang tidak terpecah-pecah, dimulai dari fase pra Rumah Sakit, fase Rumah Sakit dan fase rehabilitasi. Sedangkan pertolongan pertama yang paling penting sebelum penderita atau korban masuk Rumah Sakit adalah saat berada di fase Pra Rumah Sakit. Hal ini dikarenakan kualitas hidup penderita pasca cedera akan sangat bergantung pada apa yang telah dia dapatkan pada periode Pra Rumah Sakit. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu adanya sebuah pelatihan mengenai pertolongan pertama pada korban cedera yang perlu ditingkatkan dari kapasitas masyarakat awam.

Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat (PPGD) ini diselenggarakan oleh KARINA bekerjasama dengan YEU Training Center pada tanggal 26-29 Juli 2010, bertempat di Disaster Oasis, Pakem, Yogyakarta. Adapun peserta dari pelatihan ini berasal dari perwakilan tiap-tiap caritas keuskupan adalah Caritas Keuskupan Sibolga, Caritas Keuskupan Padang, Caritas Keuskupan Tanjung Karang, Caritas Keuskupan Bandung, LDD Jakarta, Caritas Keuskupan Purwokerto, Caritas Keuskupan Agung Semarang, Caritas Keuskupan Surabaya, Caritas Keuskupan Manado, Caritas Keuskupan Makassar, Caritas Keuskupan Amboina, Caritas Keuskupan Pontianak, Caritas Keuskupan Ketapang, Caritas Keuskupan Agung Palembang, Caritas Keuskupan Maumere dan staf KARINA KWI.

Tujuan dari acara pelatihan ini adalah para peserta mampu melakukan penilaian terhadap korban cedera dan mengenali berbagai kondisi yang mengancam nyawa, mampu memberikan pertolongan pertama pada korban cedera sehingga resiko kematian dan cedera yang lebih parah dapat berkurang, dan nantinya peserta dapat memfasilitasi serta mensosialisasikan PPGD ini.

Jalannya Pelatihan
Ada tiga orang  fasilitator dari Yakkum Emergency Unit (YEU), yaitu dr.Stephanus, Ibu Ratna Susi dan Meilani Simbolon. Ketiga orang inilah yang memberikan dan mengemas materi-materi pelatihan.
Pada hari pertama dan kedua, para peserta belajar mengenai initial assessment, pengelolaan jalan napas, teknik bantuan dasar hidup, syok dan pendarahan, serta penanganan luka baik luka ringan maupun luka bakar. Dalam dua hari tersebut, peserta juga mempraktikkan cara-cara melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau pengelolaan jalan napas dan praktik penanganan perawatan luka serta pembidaian. Di hari ketiga peserta mendapatkan materi evakuasi dan transportasi. Setelah itu, dilakukan test atau evaluasi mulai dari materi yang diberikan hari pertama hingga hari ketiga. Saat itu terlihat ketegangan diwajah para peserta dari tiap-tiap caritas keuskupan karena evaluasi yang dilakukan dilakukan individu dan ada beberapa yang kelompok. Namun pada akhirnya semua peserta dapat melalui semua tes yang diberikan oleh para fasilitator dengan sempurna dan hari ketiga pun terlampaui dengan baik walaupun sangat melelahkan dan mendebarkan.

Hari keempat dimulai dengan petualangan menjalajahi YEU Training Center terlebih dahulu sebelum memulai review. Petualangan dimulai dari simulasi saat terjadi bencana dimana seluruh peserta yang telah dibagi kedalam kelompok masuk kedalam sebuah ruangan gelap dan hanya diperdengarkan suara-suara saat terjadinya bencana, setelah itu peserta dibawa ke sebuah ruangan yang terdapat beberapa foto saat YEU membantu menangani suatu bencana mulai dari konflik sosial di daerah Timor sampai dengan gempa yang terjadi di Jogjakarta, Padang dan Jawa Barat. Setelah itu peserta diperlihatkan contoh miniatur rumah yang tahan dengan gempa dan yang rawan saat gempa serta miniatur gunung berapi apabila terjadi bencana letusan gunung berapi dan peserta juga diperlihatkan ruang visualisasi untuk menonton beberapa film mengenai bencana alam. Akhirnya petualangan peserta berakhir dengan melihat contoh bunker tempat berlindung dari asap tebal wedus gembel sebelum meletusnya sebuah gunung berapi. Disitu terlihat sekali antusias para peserta dalam mengikuti petualangan terutama saat menonton sebuah film mengenai gempa tektonik. Akhirnya pelatihan kembali dimulai dengan melakukan review dan membahas materi terakhir mengenai teknik fasilitasi dan mempraktikkannya dalam sebuah kelompok.

Peserta mendapatkan ilmu bagaimana harus bersikap saat terjadi suatu keadaan bencana dan terdapat korban cedera merekapun diberikan beberapa perlengkapan untuk mensosialisasikan pelatihan ini kepada masyarakat awam lainnya di daerahnya masing-masing. Karena bagaimanapun juga, sebagai masyarakat awam, kita juga memerlukan pengetahuan mengenai penanggulangan gawat darurat saat terjadi suatu bencana didaerah sekitar kita.

Jogjakarta, 26 – 29 Juli 2010
Penulis adalah staf administrasi Karina KWI.

Share